Kementerian ESDM Luncurkan 8000 Biogas Rumah

Renewable Energy Events

Ocean Energy News

Tampilkan postingan dengan label Biofuel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biofuel. Tampilkan semua postingan

Bio Fuels

(Energy Neilcy). Bio Fuels

There are several types of Bio Fuels:
# Bio Diesel
# Methanol
# Bio Ethanol
# Hydrogen

Bio Diesel

Bio Diesel is a diesel oil of esters which offers some great benefits compared to petrol diesel. First of all, there is a low emission of CO2. Second, it can be produced locally from local feedstock. Biodiesel can be made from several kinds of feedstock, including
# Rapeseed
# Sunflower
# Corn (Maize)
# Palm Oil
# Soya Beans Oil
# Using frying or cooking oil
# Animal fat
# Jatropha
Many other kinds of vegetable oil can be made, for example using peanut and coconut.

With bio diesel, there is however some disadvantages, one has to consider:
# slightly higher emission of NOx compared to petrol diesel
# problems arises at low temperatures
# Also, bacteria/algae may grow in the fuel tank

Before it can be used in diesel engines, the glycerol needs to be separated. Made from vegetable oil, animal fat and used cooking oil, the process is transesterification between triacylglicerols (fat) and methanol using a catalyst like NaOH. This yields ethylester. A bi-product is 30 % Glycerol. [2]

In vegetable oil, 3 fatty acid chains are attached to one molecule of glycerin. [1]

For producers in Europe, there is a standard one should consider: European EN 14214. This standard outlines the requirements for the biodiesel.

Production of biodiesel in USA is steadily on the increase, however, not to the same extent as in Europe. When it comes to producing biodiesel, countries in the EU has taken a leading role, in particular Germany followed by Frances and Italy. Austria has been a pioneer in the field of biodiesel, and even the Czech Republic has considerable production facilities. Though biodiesel is not allowed to use in Denmark unless tax registered, Denmark has fairly large production facilities.

Bio diesel normally is blended with petrol diesel, for example B5 which has 5 % bio diesel, B20 which has 20 % bio diesel or B100 which is pure bio diesel.
Bio Ethanol

While Bio diesel can replace petrol diesel, Bio Ethanol can replace gasoline. In Ireland, Bio Ethanol have of course been produced in many years, however, never intended to the same extent as now. Hopefully Bio Ethanol will become a serious competitor to gasoline.

And even though the process of producing Bio ethanol is an energy demanding process, the outcome still is an important contribution on the final Carbon dioxide emission balance.

Under the brand name E85, Maxol has started selling Bio Ethanol from a number of fuel pumps in cities around Ireland.

Irish Government Excise Relief

In August 2005 the Irish Government granted excise relief to 8 companies each of whom produce either bio diesel, bio ethanol or pure vegetable oil. [3]

Greyhound Recycling & Recovery in Co. Meath produce biodiesel. Some of the biodiesel is used by Dublin Bus in their tour buses in a pilot project launched May 2006.

Biogreen in Adamstown, Co. Wexford have been producing bio fuel for years.

Eilish Oils, Newtownmountkennedy, Co. Wicklow, produces Pure Plant Oil (PPO) – also known as SVO (Straight Vegetable Oil). Eilish Oils offers workshop to helps private consumers how to upgrade their diesel engine to run PPO. Like Biogreen, Eilish Oils have many years of experience in the field of bio fuel.

Kilkenny Cereals runs a project with local farmers to produce PPO from rapeseed. The project involves 12 light transit vehicles and a 100 trucks.

Donegal Farm Relief Services also has a project on PPO made from rapeseed. The bio fuel will be sold locally.

Cocono Philips will be refining and selling a biomass based synthetic diesel at its Whitegate Refinery.

Maxol will conduct tests on some Ford Focus vehicles running ethanol derived from milk. This project has a particular interest in that up to 50 ethanol filling stations are expected to be set up. According to Maxol's website, there are around 10 to 15 fuelling stations in cities around Ireland

Finally, Eco Ola in Galway will be producing biodiesel from recovered vegetable oil. [3]

References

[1] Biodiesel by Greg Pahl, Chelsea Green Publ. Co., Vermont, USA 2005
[2] www.ucd.ie/chem/paradisi/index.html, accessed on 1 Aug 2006
[3] http://www.dcmnr.gov.ie/Press+Releases accessed on 15 Aug 2006

Source :http://www.asun.dk/biofuels.htm

READ MORE - Bio Fuels

Rumput Laut Jadi Bahan "Biofuel"

(Energy Neilcy). Riset rumput laut yang dilakukan dari waktu ke waktu kian lebar menguak kegunaan tumbuhan air ini. Selama ini rumput laut telah banyak digunakan sebagai bahan baku beragam jenis produk, seperti pangan, farmasi, dan kosmetik.

Belakangan ini mulai diketahui manfaat lain rumput laut, yaitu sebagai pereduksi emisi gas karbon dan bahan baku biofuel. Oleh karena itu, untuk mengatasi krisis bahan bakar minyak (BBM) yang saat ini telah berlangsung, rumput laut harus dikembangkan pemanfaatannya sebagai sumber alternatif energi.
Hal itu disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi saat memberi sambutan pada Indonesia Seaweed Forum I di Makassar Sulawesi Selatan, Selasa (28/10). Pertemuan itu diselenggarakan Indonesia Seeweed Society, Asosiasi Petani Rumput Laut Indonesia, Ikatan Fikologi Indonesia, dan Asosiasi Rumput Laut Indonesia.

Mikroalga sebagai biodiesel, menurut Freddy, lebih kompetitif dibandingkan dengan komoditas lain. Sebagai perbandingan, mikroalga (30 persen minyak) seluas 1 hektar dapat menghasilkan biodiesel 58.700 liter per tahun, sedangkan jagung 172 liter per tahun, dan kelapa sawit 5.900 liter per tahun.

Selain itu, katanya, rumput laut juga bukan merupakan bahan konsumsi pokok harian dan budidayanya tidak memerlukan waktu yang lama.

Sebagai daerah yang memiliki kawasan pesisir yang luas, apalagi berada di daerah tropis, Indonesia berpotensi menjadi produsen terbesar rumput laut di dunia. Menurut Freddy, saat ini ada areal seluas 1,1 juta hektar lebih yang berpotensi untuk budidaya rumput laut, tetapi yang termanfaatkan hanya 20 persen.

Menanggapi harapan Freddy, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya akan menyediakan lahan yang memadai untuk budidaya rumput laut. Sulsel memiliki pesisir pantai sepanjang 2.000 kilometer dan hampir 1.000 jumlah pulaunya.

Revitalisasi perikanan

Karena memiliki beberapa keunggulan, Freddy menambahkan, rumput laut pun dapat menjadi komoditas utama dalam program revitalisasi perikanan. Keunggulan itu antara lain peluang ekspornya masih terbuka luas, harganya relatif stabil, dan belum ada kuota perdagangan bagi rumput laut.

Keunggulan lainnya, teknologi pembudidayaannya sederhana sehingga mudah dikuasai petani, siklus budidayanya relatif singkat sehingga cepat memberikan penghasilan dan keuntungan, kebutuhan modal relatif kecil, dan pembudidayaan rumput laut tergolong usaha padat karya. Di sisi lain, rumput laut ramah lingkungan dan tidak ada produk sintetisnya.

Dalam program revitalisasi budidaya rumput laut tahun 2009 ditargetkan tercapai produksi 1,9 juta ton. Untuk itu, Freddy menekankan perlunya penerapan pola pengembangan kawasan budidaya, terutama untuk komoditas Euchema dan Gracilaria. Luas lahan yang diperlukan sampai 2009 adalah 25.000 hektar, yakni 10.000 hektar untuk Gracilaria dan 15.000 hektar untuk Euchema.

Untuk penyediaan bibit akan dikembangkan kebun bibit di sentra atau pusat pengembangan di Lampung, DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalsel, Kaltim, Sulut, Sulsel, Sultera, Maluku, dan Papua. Selain itu, juga akan dilakukan pengaturan pola tanam dan penyediaan 150 unit mesin praproses untuk perbaikan mutu pascapanen. Dengan pengembangan ini, diperkirakan akan terserap 255.000 tenaga kerja.

Sumber :http://go-greenergy.blogspot.com/2009/07/rumput-laut-jadi-bahan-biofuel.html


READ MORE - Rumput Laut Jadi Bahan "Biofuel"

Potensi Biofuel dari Jerami

(Energy Neilcy).Di sejumlah besar daerah jerami masih dianggap sampah bahkan akhirnya berakhir dengan dibakar karena tak bermanfaat. Padahal, produk sampingan dari usaha pertanian padi tersebut sebenarnya punya potensi besar sebagai bahan dasar biofuel, bahan bakar ramah lingkungan. Tidak hanya akan memberikan nilai tambah, pemanfaatan jerami juga mencegah pelepasan karbon ke atmosfer saat terbakar. Siklus karbon ke atmosfer dapat diperpanjang dengan mengubahnya menjadi biofuel. Terobosan tersebut telah dilirik produsen ethanol di China.

Apalagi, sebagai salah satu negara terbesar, setiap tahun sekitar 230 juta ton batang jerami dibuang begitu saja. Tiga fasilitas pengolahan jerami menjadi biofuel telah dibangun sampai saat ini. Namun, untuk mengolah jer ami bukan hal yang mudah. Batang jerami yang kaya selulosa tidak mudah terurai bakteri yang biasa dipakai dalam proses pembuatan biomassa. Para peneliti memanfaatkan larutan alkali sodium hidroksida untuk melunakkannya sebelum proses fermentasi atau peragian. "Semuanya dilakukan pada suhu kamar, tanpa energi tambahan, dan butuh sedikit air, sehingga secara keseluruhan prosesnya sederhana, cepat, efektif biaya, dan ramah lingkungan," ujar Xiujin Li dari Universitas Teknologi Kimia Beijing. Metode yang sama sebenarnya juga sudah digunakan untuk memproduksi ethanol di lebih dari 30 negara.
Namun, bahan yang diolah adalah tebu, jagung, dan kedelai yang notebene merupakan sumber pangan utama manusia, bukan bahan buangan. Sementara di China, jerami diolah agar menghasilkan biogas. Penggunaan larutan tersebut telah terbukti meningkatkan produksi campuran gas methan dan karbon dioksida hingga 65 persen. Residu atau sampah olahannya juga bermanfaat sebagai kompos. "Dengan cara ini, jerami benar-benar didaur ulang seluruhnya," ujar Li. Memang masih ada gas karbon diosida yang dilepaskan, namun kadarnya tak sebesar jika jerami dibakar. Pilot proyek tiga pabrik dibiayai sepenuhnya oleh Pemerintah China melalui Program Riset dan Pengembangan Teknologi Tinggi. Sebagai negara agraris penghasil padi, bukankah teknologi semacam ini sangat tepat di Indonesia daripada menggunakan singkong atau kelapa sawit.

Sumber :http://www.alpensteel.com/article/60-108-energi-bio-fuel/659--potensi-biofuel-dari-jerami-.html

READ MORE - Potensi Biofuel dari Jerami

Atasi Kesenjangan Bahan Bakar dengan Biogas dari Limbah Ternak Sapi



(Energy Neilcy). Mengantri untuk memperoleh bahan bakar minyak, tidak terkecuali minyak tanah, bukan hanya monopoli penduduk di perkotaan, tetapi di pedesaan juga lebih parah saat ini. Upaya untuk memproduksi Biogas dari bahan-bahan yang tersedia secara lokal, untuk memenuhi sebagian kebutuhan bahan bakar konsumsi rumah tangga, telah dirintis di PRIMA TANI Kabupaten Bone. Biogas ini merupakan suatu inovasi teknologi yang akan berdampak luas, termasuk menghemat pengeluaran rumah tangga tani, konservasi lingkungan dan membuka peluang agribisnis pupuk kompos di masa depan.


Prima Tani di Bone
Kabupaten Bone, satu dari 23 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan terletak di pantai timur Sulawesi Selatan. Kabupaten ini mengandalkan perekonomiannya pada dua sektor utama, yakni, sektor pertanian di daratan serta sektor maritim Teluk Bone dan wilayah pesisir sebagai pendukungnya. Program Rintisan dan Akselerasi Diseminasi Inovasi Teknologi Pertanian (Prima Tani) Kab. Bone memilih komoditas padi, jagung dan ternak sapi, sebagai komoditas andalan penggerak ekonomi pedesaaan dalam Sistem Usahatani Intensifikasi dan Diversifikasi yang bermuara pada Agribisnis Industrial Pedesaan. Salah satu desa binaan Prima Tani adalah Desa Pattiro Bajo, Kecamatan Sibulue.

Desa Pattiro Bajo mempunya penduduk sekitar 1.226 jiwa yang tergabung dalam 290 rumah tangga atau dengan rata-rata empat orang per rumah tangga. Desa ini memiliki lahan sawah seluas 390 ha, dimana kurang dari separuhya beririgasi sehingga digolongkan sebagai usahatani lahan sawah semi intensif. Selain itu, terdapat pula lahan kering seluas 220 ha lebih yang digunakan untuk tanaman pangan padi dan palawija, terutama jagung.

Populasi ternak sapi yang terdapat di Desa Pattiro Bajo ini sekitar 300 ekor, belum termasuk sekitar 50 ekor sapi yang berasal dari bantuan Program Gerakan Optimalisasi Sapi/GOS (Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan) sebagai program sinergis. Dengan komoditas unggulan inilah, Sistem Integrasi Tanaman dan Ternak Sapi (Crops – Livestock System/CLS) dikembangkan dan melahirkan suatu Model Unit Produksi Biogas Sederhana Skala Rumah tangga petani di wilayah ini.

Unit Produksi Biogas Prima Tani Bone
Unit Produksi Biogas Prima Tani Bone ini memanfaatkan kotoran ternak sapi yang melimpah dari kandang kolektif. Kotoran ternak tersebut lalu ditampung pada tangki/kontainer pencerna berupa susunan cincin semen atau gorong-gorong sumur yang dapat dirakit sendiri oleh petani. Tangki penampungan yang terbuat dari bahan-bahan lokal dan mudah didapat tersebut menjadikan inovasi teknologi ini mudah diterima.

Selain itu, diperlukan pula sebuah drum besar bervolume 200 liter, yang salah satu sisinya dibuang, dan sisi lainnya diberi pipa dan kran gas. Drum ini yang dipasang terbalik diatas kontainer pencerna dan berfungsi sebagai penampung gas Methane (CH4). Gas Methane yang terkumpul dalam drum tersebut selanjutnya dialirkan melalui pipa ke dapur sebagai bahan bakar kompor untuk memasak.

Dengan Prototipe Unit Produksi Biogas Prima Tani Bone yang berbahan dasar kotoran sapi ini, gas untuk memasak didapatkan pada minggu kedua setelah kotoran sapi dimasukkan ke tangki pencerna. Proses produksi biogas tersebut dapat berlangsung selama delapan minggu berikutnya, dengan menyediakan gas yang digunakan memasak 3 hingga 4 jam per harinya.

Manfaat lain
Bukan hanya itu, manfaat lain dari Unit Produksi Biogas Prima Tani Bone ini adalah pengembangan Agribisnis Pupuk Kompos yang diperoleh dari buangan tangki atau kontainer pencerna setelah Biogas tidak terbentuk lagi. Pupuk kompos yang dihasilkan berkualitas prima, tanpa kekhawatiran pupuk membawa penyebaran gulma yang biasa terjadi dikalangan petani.

Pemanasan dalam tangki pencerna akan mematikan lembaga biji gulma sehingga tidak akan berkecambah lagi jika digunakan di lahan pertanian. Demikian pula lingkungan desa semakin bersih dari kotoran sapi yang selama ini dibiarkan berserakan, bahkan di bawah kolong rumah tinggal petani.

Mungkin tidak berlebihan jika Tim Prima Tani Bone memberi nama “Unit Produksi Biogas Tipe Bone Prima” untuk prototipe alat produksi Biogas sederhana, berbahan dasar lokal, tidak rumit, menggunakan cincin gorong-gorong dan drum bekas dalam proses produksi An-aerob (bebas udara) sehingga tidak berbau ini. Siapa menyusul ?.


Sumber :http://www.litbang.deptan.go.id/berita/one/655/



READ MORE - Atasi Kesenjangan Bahan Bakar dengan Biogas dari Limbah Ternak Sapi

Biofuel


(Neilcy Info).Plants use photosynthesis to grow and produce biomass. Also known as biomatter, biomass can be used directly as fuel or to produce biofuels. Agriculturally produced biomass fuels, such as biodiesel, ethanol and bagasse (often a by-product of sugar cane cultivation) can be burned in internal combustion engines or boilers. Typically biofuel is burned to release its stored chemical energy. Research into more efficient methods of converting biofuels and other fuels into electricity utilizing fuel cells is an area of very active work.

Liquid biofuel
Information on pump, California.

Liquid biofuel is usually either a bioalcohol such as ethanol fuel or an oil such as biodiesel or straight vegetable oil. Biodiesel can be used in modern diesel vehicles with little or no modification to the engine. It can be made from waste and virgin vegetable and animal oils and fats (lipids). Virgin vegetable oils can be used in modified diesel engines. In fact the diesel engine was originally designed to run on vegetable oil rather than fossil fuel. A major benefit of biodiesel use is the reduction in net CO2 emissions, since all the carbon emitted was recently captured during the growing phase of the biomass. The use of biodiesel also reduces emission of carbon monoxide and other pollutants by 20 to 40%.[citation needed]

In some areas corn, cornstalks, sugarbeets, sugar cane, and switchgrasses are grown specifically to produce ethanol (also known as grain alcohol) a liquid which can be used in internal combustion engines and fuel cells. Ethanol is being phased into the current energy infrastructure. E85 is a fuel composed of 85% ethanol and 15% gasoline that is sold to consumers. Biobutanol is being developed as an alternative to bioethanol. There is growing international criticism of the production of biofuel crops in association with food crops with respect to issues such as food security, environmental impacts (deforestation) and energy balance.[citation needed]

Another source of biofuel is sweet sorghum. It produces both food and fuel from the same crop. Some studies have shown that the crop is net energy positive ie. it produces more energy than is consumed in its production and utilization.[citation needed]

Solid biomass
Main article: Biomass
Sugar cane residue can be used as a biofuel

Solid biomass is most commonly used directly as a combustible fuel, producing 10-20 MJ/kg of heat. Biomass can also be used to feed bacteria, which can transform it in another form of energy such as hydrogen, using a process called Fermentative hydrogen production.

Its forms and sources include wood fuel, the biogenic portion of municipal solid waste, or the unused portion of field crops. Field crops may or may not be grown intentionally as an energy crop, and the remaining plant byproduct used as a fuel. Most types of biomass contain energy. Even cow manure still contains two-thirds of the original energy consumed by the cow. Energy harvesting via a bioreactor is a cost-effective solution to the waste disposal issues faced by the dairy farmer, and can produce enough biogas to run a farm.

With current technology, it is not ideally suited for use as a transportation fuel. Most transportation vehicles require power sources with high power density, such as that provided by internal combustion engines. These engines generally require clean burning fuels, which are generally in liquid form, and to a lesser extent, compressed gaseous phase. Liquids are more portable because they can have a high energy density, and they can be pumped, which makes handling easier.

Non-transportation applications can usually tolerate the low power-density of external combustion engines, that can run directly on less-expensive solid biomass fuel, for combined heat and power. One type of biomass is wood, which has been used for millennia. Two billion people currently cook every day, and heat their homes in the winter by burning biomass, which is a major contributor to man-made climate change global warming.[citation needed] The black soot that is being carried from Asia to polar ice caps is causing them to melt faster in the summer.[citation needed] In the 19th century, wood-fired steam engines were common, contributing significantly to industrial revolution unhealthy air pollution.[citation needed] Coal is a form of biomass that has been compressed over millennia to produce a non-renewable, highly-polluting fossil fuel.

Wood and its byproducts can now be converted through processes such as gasification into biofuels such as woodgas, biogas, methanol or ethanol fuel; although further development may be required to make these methods affordable and practical. Sugar cane residue, wheat chaff, corn cobs and other plant matter can be, and are, burned quite successfully. The net carbon dioxide emissions that are added to the atmosphere by this process are only from the fossil fuel that was consumed to plant, fertilize, harvest and transport the biomass.

Processes to harvest biomass from short-rotation trees like poplars and willows and perennial grasses such as switchgrass, phalaris, and miscanthus, require less frequent cultivation and less nitrogen than do typical annual crops. Pelletizing miscanthus and burning it to generate electricity is being studied and may be economically viable.[29]

Biogas
Main articles: Biogas and Anaerobic digestion

Biogas can easily be produced from current waste streams, such as paper production, sugar production, sewage, animal waste and so forth. These various waste streams have to be slurried together and allowed to naturally ferment, producing methane gas. This can be done by converting current sewage plants into biogas plants. When a biogas plant has extracted all the methane it can, the remains are sometimes more suitable as fertilizer than the original biomass.

Alternatively biogas can be produced via advanced waste processing systems such as mechanical biological treatment. These systems recover the recyclable elements of household waste and process the biodegradable fraction in anaerobic digesters.

Renewable natural gas is a biogas which has been upgraded to a quality similar to natural gas. By upgrading the quality to that of natural gas, it becomes possible to distribute the gas to the mass market via the existing gas grid.


Source :http://en.wikipedia.org/wiki/Renewable_energy

READ MORE - Biofuel
Template Design by faris vio